First blog post

This is your very first post. Click the Edit link to modify or delete it, or start a new post. If you like, use this post to tell readers why you started this blog and what you plan to do with it.

Advertisements

PERSEBARAN FLORA DAN FAUNA DI INDONESIA

Created By : Jumawati Habia,S.Pd

2. Persebaran Tumbuhan di Indonesia
Keanekaragaman tumbuhan di pengarugi oleh :
a. Indonesia terletak di kawasan tropik dan mempunyai iklim yang stabil
b. Indonesia terletak di dua kawasan benua yak ni benua Asia dan Australia
c. Luas kepulauan indonesia yang memungkinkan adanya berbagai spesies hewan dan tumbuhan yang hidup di dalamnya.
a. Keadaan Flora di Indonesia
Flora sering diartikan sebagai dunia tumbuh-tumbuhan. Arti flora adalah semua tumbuh-tumbuhan yang hidup di suatu daerah pada zaman tertentu. Keanekaragaman flora Indonesia tergolong tinggi jumlahnya di dunia, jauh lebih tinggi dari flora yang ada di Amerika dan Afrika. Demikian pula jika dibandingkan dengan daerah-daerah yang beriklim sedang dan dingin.
Jenis flora yang terdapat di Indonesia secara keseluruhan kurang lebih 25.000 jenis atau lebih dari 10% dari flora dunia. Lumut dan ganggang kurang lebih 35.000 jenis. Tidak kurang dari 40% dari jenis-jenis ini merupakan jenis endemik, atau jenis yang hanya terdapat di Indonesia. Jumlah marga endemik yang ada di Indonesia ada 202 jenis, 59 di antaranya terdapat di Kalimantan.
Dari semua jenis flora yang ada suku anggrek (orchidaceae) merupakan suku yang terbesar. Volume kayu yang bernilai niaga yang terdapat di hutan seperti Kalimantan diperkirakan sebanyak 40 – 400 m3 per hektar. Keanekaragaman hayati Indonesia yang jumlahnya cukup tinggi tersebut, baru sekitar 6.000 spesies tumbuhan, 1.000 spesies hewan, dan 100 spesies jasad renik yang telah diketahui potensinya dan dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia untuk menunjang kebutuhan hidupnya. Spesies-spesies asli yang telah berhasil dibudidayakan untuk menjamin kebutuhan pangan kita antara lain adalah padi, tebu dan pisang, untuk kesehatan kunyit dan jahe, serta untuk bahan bangunan adalah bambu dan kayu sungkai.
Spesies-spesies pendatang yang sudah diperkenalkan puluhan tahun yang lalu dan merupakan komoditi ekspor penghasil devisa antara lain teh, kopi, tembakau, coklat, dan karet. Di samping yang telah dibudidayakan, banyak spesies yang telah dimanfaatkan meskipun masih hidup liar di hutan-hutan Indonesia, antara lain tumbuhan obat pasak bumi, kepuh, kedawung, dan temu hitam yang dipanen dari populasi alami. Hutan kita pun dihuni oleh kerabat liar tanaman budi daya seperti durian hutan, rambutan hutan, tengkawang, serta rotan.
Ada berbagai faktor yang berpengaruh terhadap tumbuh-tumbuhan di Indonesia, yaitu faktor fisik dan faktor biotik.
1) Faktor Fisik
a) Iklim
Iklim sangat besar pengaruhnya terutama terhadap suhu udara dan jumlah curah hujan. Daerah yang curah hujannya tinggi memiliki hutan yang lebat dan beraneka jenis tanaman yang hidup di dalamnya. Daerah yang hujannya relatif kurang biasanya tidak memiliki hutan yang lebat. Misalnya di Nusa Tenggara, hutan yang lebat hampir tidak ada, di daerah ini banyak ditumbuhi semak belukar dengan padang-padang rumput yang luas.
b) Suhu Udara
Fr. Junghuhn (1809-1864), seorang penyelidik bangsa Jerman membedakan jenis tumbuh-tumbuhan berdasarkan ketinggian tempatnya.
(1) Tingkat tropis setinggi 700 m, terdiri atas tumbuh-tumbuhan tropis.
(2) Tingkat subtropis hingga 1.000 m, sudah mulai tidak ada tumbuh-tumbuhan hutan dataran rendah.
(3) Ketinggian 1.000-2.000 m, terdapat tumbuh-tumbuhan dari iklim sedang. Daerah ini banyak terdapat kabut, pohon-pohonnya telah ditumbuhi lumut (hutan kabut dan hutan lumut). (4) Lebih tinggi dari 2.000 m, hanya sedikit pohon, dan hanya terdapat belukar dan rumput.
Suhu udara juga sangat berpengaruh pada kehidupan mewarnai tanaman di suatu daerah. Junghuhn telah membuat zonasi (pembatasan wilayah) tumbuh-tumbuhan di Indonesia,
c) Tanah dan Relief
Tanah sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan berbagai tanaman, antara lain butiran dan susunannya (struktur yang mendukung). Di daerah yang berelief kasar, maka lereng yang banyak mendapat sinar matahari hutannya lebih lebat daripada lereng yang kurang mendapat sinar matahari.
d) Keadaan Air
Pertumbuhan tanaman sangat dipengaruhi oleh keadaan air. Berdasarkan kebutuhan akan air, tanaman dapat digolongkan menjadi tiga golongan, yaitu:
(1) Xerofita adalah tumbuh-tumbuhan yang tumbuh di daerah kering, misalnya kaktus.
(2) Hidrofita adalah tumbuh-tumbuhan yang tumbuh di daerah basah, misalnya teratai dan eceng gondok.
(3) Mesofita adalah tumbuh-tumbuhan yang tumbuh di tempat sedang dan membutuhkan air dalam jumlah sedang.
e) Geologi
Persebaran geografis tumbuhan di Kepulauan Indonesia secara keseluruhan juga ditentukan oleh faktor geologis. Contoh di Paparan Sunda di bagian barat dan Paparan Sahul di bagian timur, keadaan floranya mempunyai banyak kesamaan, misalnya antara Sumatra dan Kalimantan mempunyai persamaan flora mencapai 90%. Adanya variasi flora dari masing-masing paparan merupakan pengaruh dari oleh faktor lingkungan setempat.
2) Faktor Biotik
Tumbuhan merupakan salah satu faktor biotik yang berpengaruh terhadap keadaan tumbuhan yang lain. Tumbuhan yang besar akan melindungi tumbuhan yang ada di bawahnya. Binatang yang sangat membantu proses terjadinya penyerbukan dan penyebaran biji tumbuh-tumbuhan. Faktor biotik yang sangat besar peranannya adalah manusia. Manusia dapat merusak dan melindungi tumbuh-tumbuhan. Manusia dapat mengubah hutan menjadi areal industri dan daerah perkotaan, tapi manusia juga dapat mengubah daerah yang gersang menjadi daerah yang rindang.
b. Perwilayahan Flora di Indonesia
1) Flora di Daerah Paparan Sahul
Flora di daerah Paparan Sahul adalah flora di daerah Irian Jaya, yang terdiri atas tiga macam, sebagai berikut.

a) Pohon sagu, pohon nipah, dan mangrove.
b) Hutan hujan tropik.
c) Jenis Pemetia Pinnata (motea).

2) Flora di Daerah Peralihan

Di Sulawesi terdapat 4.222 jenis flora yang berkerabat dekat dengan wilayah lain yang relatif kering di Filipina, Maluku, Nusa Tenggara, dan Jawa. Flora di daerah peralihan yang berada di habitat pantai, dataran rendah dan ultra basis lebih mirip dengan flora Irian dan jenis tumbuhan gunung mirip dengan yang ada di Kalimantan.

Flora Sulawesi menunjukkan percampuran antara Indonesia bagian barat dengan bagian timur. Jenis flora di Sulawesi banyak yang mempunyai kesamaan dengan wilayah kering di Jawa, Maluku, dan Nusa Tenggara, sedangkan flora dataran rendah di Sulawesi banyak yang mirip dengan flora dataran rendah di Papua.

3) Flora di Daerah Paparan Sunda

Flora di daerah paparan Sunda adalah flora di wilayah Sumatra yang terdiri atas tiga macam, yaitu:

a) Flora endemik, contoh bunga Rafflesia Arnoldi.
b) Flora di pantai timur terdiri atas mangrove dan rawa gambut.
c) Flora di pantai barat terdiri atas bermacam-macam vegetasi di antaranya merantimerantian, kemuning, rawa gambut, hutan rawa air tawar, dan rotan.

Flora di Kalimantan memiliki kesamaan dengan flora di Sumatra, yaitu hutan hujan tropik, hutan gambut, dan hutan mangrove.
Perbedaan Flora Indonesia Bagian Barat dengan Indonesia bagian Timur

Secara garis besar, pembagian flora Indonesia oleh Prof. C.G.G.J. Van Steenis (1950) adalah seperti pada gambar 1.19. Garis Wallace membatasi antara flora Indonesia bagian barat dengan bagian timur, sedangkan garis Zollinger memberikan batas di Indonesia bagian timur yang mempunyai musim kemarau panjang, yaitu di Kepulauan Nusa Tenggara.

2) Persebaran Tumbuhan Di Indonesia Berdasarkan Iklim Dan Keadaan Daerah
Persebaran tumbuh-tumbuhan menurut lingkungan geografi berdasarkan iklim dan keadaan daerah di Indonesia adalah sebagai berikut.
1. Hutan Mangrove
Hutan mangrove atau hutan pasang, hutan ini khas bagi daerah pantai tropik, ciri tumbuhan ini mempunyai akar napas yang tergantung dari batang, benih tumbuhan dapat mengapung di air laut selama beberapa bulan, sehingga masih dapat tumbuh setelah terdampar di daratan. Terdapat gejala vivipari, yaitu perkecambahan biji pada tumbuhan induk. Hutan ini banyak terdapat di pantai timur Pulau Sumatra dan daerah pantai Kalimantan Tengah, dan Papua, dan sebagian besar daerah pantai di seluruh dunia.
2, Hutan Lumut (Tundra)
Hutan lumut, terdapat di pegunungan-pegunungan tinggi yang selalu tertutup kabut karena letaknya sangat tinggi dari permukaan laut, sehingga udaranya sangat lembap dan suhunya rendah sekali. Hutan lumut terdiri atas pohon-pohonan yang ditumbuhi dengan lumut, misalnya di pegunungan tinggi di Papua, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Jawa.
3. Hutan Rawa
Hutan rawa, meliputi daerah yang cukup luas di Indonesia. Hutan rawa air tawar tidak menghasilkan kayu yang baik, tetapi tanahnya dapat dimanfaatkan sebagai tanah pertanian. Hutan rawa gambut dapat menghasilkan kayu, salah satunya ialah kayu ramin. Hutan rawa gambut banyak terdapat di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.
4. Hutan Musim
Jenis hutan ini sering disebut dengan hutan homogen, karena tumbuhannya hanya terdiri atas satu pohon. Hutan ini bercirikan gugurnya daun-daun pada musim kemarau (meranggas). Sebagai contoh ialah hutan jati, cemara, dan pinus. Jenis hutan ini banyak terdapat di Indonesia bagian tengah, Jawa Tengah, dan Jawa Timur sampai Nusa Tenggara.

5. Hutan Hujan Tropis
Hutan hujan tropis merupakan hutan rimba yang memiliki pohon- pohon yang lebat. Jenis hutan ini banyak terdapat di daerah hutan tropis atau daerah yang mengalami hujan sepanjang tahun. Hutan ini sering disebut dengan hutan heterogen, karena tumbuhannya terdiri bermacam-macam jenis pohon. Jenis hutan ini banyak terdapat di Pulau Sumatra, Kalimantan, dan Papua.
6. Stepa
Stepa, adalah padang rumput yang cukup luas. Terdapatnya stepa di Indonesia disebabkan curah hujan sudah banyak turun di bagian barat seperti Sumatra dan Jawa Barat, sehingga angin musim yang membawa hujan dari arah Asia sudah kering setelah sampai di daerah ini. Curah hujan yang ada hanya cukup untuk tumbuhnya tumbuh-tumbuhan jenis rumput yang tidak terlalu banyak membutuhkan air. Daerah yang terdapat stepa ini antara lain Nusa Tenggara Timur dan Timor Timur.
7. Sabana
Sabana memiliki ciri daerah padang rumput yang luas dengan diselingi adanya pohon-pohon atau semak-semak di sekitarnya. Daerah ini mengalami musim kemarau yang panjang dan bersuhu panas. Di Indonesia terdapat di Nusa Tenggara, Madura, dan di dataran tinggi Gayo (Aceh). Wilayah ini digunakan untuk peternakan, seperti sapi, kuda, dan kambing.

D. Pelestarian Flora dan Fauna di Indonesia
1. Pelestarian Flora dan Fauna Indonesia

Flora dan fauna merupakan salah satu sumber daya alam yang sangat berharga. Oleh karena itu kita wajib melestarikannya. Jika dalam memanfaatkan flora dan fauna terlalu berlebihan tanpa memperhitungan kelestarian akan mengakibatkan terganggungnya keseimbangan ekosistem.
Usaha pemerintah untuk melindungi flora dan fauna di Indonesia tercantum dalam UU No.4 tahun 1982, tentang ketentuan pokok pengelolaan lingkungan hidup termasuk Perlindungan dan Pelestarian Alam (PPA) yang meliputi suaka alam, kawasan hutan wisata, dan taman nasional.

a. Suaka Alam
Suaka alam adalah kawasan yang digunakan untuk melindungi dan melestarikan tumbuhan-tumbuhan (flora) dan hewan (fauna) beserta lingkunganya yang berada di darat maupun di air. Suaka alam terdiri dari cagar alam dan suaka margasatwa.

1) Cagar Alam
Cagar Alam adalah kawasan hutan yang dilindungi pemerintah agar tumbuhan dan lingkungannya tetap lestari serta dapat berkembang secara alami. Cagar alam di Indonesia tersebar di daerah :

a. Jawa Barat seperti : Cagar alam Cibodas, Kebun Raya Bogor, dan Cagar Alam Ujung Kulon.
b. Jawa Timur seperti : Cagar alam Arjuna Lalijiwa.
c. Bengkulu seperti : Cagar alam Rafflesia.
d. Sumatera Utara seperti : Cagar Alam Sibolangit.

2) Suaka Margasatwa
Suaka margasatwa adala suatu kawasan yang khusus digunakan untuk melindungi binatang tertentu agar tidak punah. Beberapa jenis binatang langka di Indonesia yang dilindungi seperti Gajah, banteng, badak bercula satu, babi, rusa, anoa, badak bercula dua, orang utan, biawak, komodo, menjangan,burung merak, cendrawasih, dan berbagai jenis burung yang lain.

Beberapa suaka margasatwa di Indonesia tersebar di daerah :
a. Ujung Kulon melindungi harimau, banteng dan badak bercula satu.
b. Pangandaran melindungi banteng, kera dan merak.
c. Baluran melindungi banteng, kerbau liar, rusa, kijang dan merak.
d. Sulawesi melindungi anoa dan babi rusa.
e. Tanjung Puting (Kalimantan Tengah) melindungi orang utan.
f. Pulau Komodo melindungi Komodo keturunan “Vavarus Komodensis” yang merupakan biawak raksasa zaman purba.
g. Sangeh (Bali) melindungi kera.

b. Kawasan Hutan Wisata
Kawasan hutan wisata adalah suatu daerah yang digunakan untuk rekreasi dan penelitian. Biasanya terdapat bersama dengan objek-objek wisata alamiah maupun objek budaya. Misalnya :

1. Hutan Wisata di pantai Popoh-Tulungagung
2. Hutan cemara di Ungaran-Semarang
3. Taman Nasional

Taman Nasional adalah kawasan yang dilindungi dan dilestarikan serta mempunyai ciri-ciri sebagai berikut.
1. Memiliki keindahan dan keunikan yang khas.
2. Flora dan faunanya bermanfaat untuk rekreasi dan penelitian.
3. Ekosistemnya masih alami.
Misalnya :
1) Taman Nasional Way Kambas di Lampung.
2) Taman Nasional Ujung Kulon di Banten.
3) Taman Nasional Tanjung Puting di Kalimantan Tengah.

2. Pelestarian Hewan atau Fauna Indonesia

Pemerintah menyediakan wilayah untuk dihuni oleh hewan-hewan yang dilindungi agar tetap hidup dan berkembang biak. Wilayah-wilayah perlindungan hewan disebut suaka alam. Suaka alam adalah suatu wilayah yang digunakan untuk perlindungan dan kelestarian lingkungan sebagai tempat hidup flora dan fauna. Suaka alam yang dipakai untuk perlindungan fauna disebut suaka margasatwa. Di tempat ini hewan yang dilindungi dapat hidup bebas dan berkembang biak secara alami. Lingkungan tempat hidupnya dijaga agar tidak rusak. Apabila hewan yang dilindungi itu terlalu banyak, maka hewan tersebut ditangkap dan dijinakkan untuk dimanfaatkan oleh manusia.
Contoh-contoh suaka margasatwa di Indonesia, antara lain sebagai berikut.
a. Buton Utara di Sulawesi Tenggara sebagai suaka margasatwa jenis kuskus, kera Sulawesi, burung maleo, dan berbagai jenis burung, khususnya jenis kakaktua.
b. Lambusango di Sulawesi Tenggara, sebagai suaka margasatwa jenis babi rusa, anoa, dan rusa
c. Pulau Dolok di Papua bagian selatan, sebagai suaka margasatwa berbagai jenis burung, kanguru, dan buaya
d. Gunung Leuser di Aceh letaknya di bagian selatan Gunung Leuser. Jenis hewan yang dilindungi di tempat ini antara lain gajah, harimau loreng, harimau tutul, mawas, beruang madu, badak Sumatra bercula dua, buaya, dan burung rangkok. Di cagar alam Gunung Leuser tercatat 105 jenis hewan menyusui, 75 jenis hewan melata dan 20 jenis hewan amfibi, serta berbagai jenis burung.
e. Meru Betiri di Jawa Timur yang masih merupakan hutan asli sejak zaman dahulu di Jawa. Di tempat ini dilindungi harimau loreng Jawa yang diperkirakan hanya tinggal beberapa ekor, termasuk 29 jenis hewan menyusui, sekitar 180 jenis burung, di pantainya terdapat tempat penyu bertelur.
f. Pulau Semana dan Pulau Sangolaki di Kalimantan Timur sebagai suaka margasatwa, khususnya tempat bertelurnya penyu laut hijau. Di kedua pulau kecil ini sebelum dinyatakan sebagai suaka margasatwa dapat diambil sekitar 2 juta telur penyu setiap tahun.
g. Ulu Sembakung di Kalimantan Timur berbatasan dengan Sabah. Di tempat ini dilindungi hewan mawas, beruang, dan gajah Kalimantan.
h. Gunung Watumahae di Sulawesi Tenggara, sebagai suaka margasatwa jenis hewan anoa, burung maleo, rusa, dan berbagai jenis burung, khususnya jenis kakaktua.
i. Ujung Kulon di Jawa Barat, tempat ini khusus melindungi Badak Jawa bercula satu. Jenis badak ini tinggal satu-satunya di dunia. Pada tahun 1990 diperkirakan tinggal 60 ekor. Hewan lain yang hidup di sini adalah harimau tutul, harimau loreng, banteng, anjing hutan, kera, pelanduk, buaya, sekitar 200 jenis burung, dan ular piton.
j. Pulau Komodo di sebelah barat Pulau Flores Nusa Tenggara Timur. Pulau ini sangat terkenal di dunia karena didiami biawak dan komodo. Hewan ini dinilai sebagai sisa-sisa hewan reptil di zaman purba.
k. Way Kambas di Lampung, tempat ini terkenal sebagai perlindungan gajah. Di sini juga dipakai sebagai pusat penjinakkan dan pelatihan gajah agar dapat dimanfaatkan untuk pertunjukkan dan patroli keamanan. Fauna lain yang dilindungi di tempat ini adalah tapir, beruang madu, siamang, kijang, kerbau liar, buaya, dan biawak, serta berbagai jenis burung.
l. Pulau Rambut, di teluk Jakarta. Pulau ini ditetapkan sebagai suaka margasatwa, untuk perlindungan berbagai jenis burung. Jenis-jenis burung penghuni pohon ini antara lain kutilang, kepodang, jalak, perkutut, dan prenjak. Pulau ini dikhususkan untuk melindungi burung-burung penggembira untuk berkembang biak.
m. Kutai di Kalimantan Timur, sebagai suaka margasatwa untuk hewan mawas dan banteng.
n. Perairan Sungai Mahakam, di Kalimantan Timur, sebagai suaka margasatwa khususnya untuk ikan pesut.

Sumber :
anonim.http://Pelestarian%20Fauna%20Di%20Indonesia%20-%20Wulandari%20Wahyuning%20Pertiwi.html. di akses tanggal 09 september 2017
anonim.http://Knowledge_%20Pelestarian%20Flora%20dan%20Fauna%20di%20Indonesia.html di akses tanggal 09 september 2017
anonim.http://Perwilayahan%20Flora%20Indonesia%20-%20Sentra%20Edukasi.html#.WbZl_G63xHM di akses tanggal 09 september 2017
anonim.http://Persebaran%20Tumbuhan%20di%20Indonesia%20Berdasarkan%20Iklim%20dan%20Keadaan%20Daerah%20_%20Ilmu%20Sains.html di akses tanggal 09 september 2017
anonim.http://Keadaan%20Flora%20di%20Indonesia%20-%20Kak%20hardi.html di akses tanggal 09 september 2017

 

Catatan : Pelajari Materinya

GLOBALISASI

C. GLOBALISASI
1. Pengetian Globalisasi
AHLI SOSIOLOGI
Globalisasi sebagai ‘intensifikasi hubungan sosial seluruh dunia yang menghubungkan daerah yang jauh dalam sedemikian rupa sehingga kejadian lokal dibentuk oleh peristiwa yang terjadi bermil-mil jauhnya dan sebaliknya.( Anthony Giddens )
Globalisasi adalah sebuah proses sosial yang berakibat bahwa pembatasan geografis pada keadaan sosial budaya menjadi kurang penting, yang terjelma didalam kesadaran orang.(Malcom Waters)
Globalisasi adalah suatu proses terbentuknya sistem organisasidan komunikasi antarmasyarakat di seluruh dunia. Tujuan globalisasi adalahuntuk mengikuti sistem dan kaidah-kaidah tertentu yang sama misalnya terbentuknya PBB, OKI Jadi Globalisasi merupakan kecenderungan masyarakat di kota-kota untuk menyatu dengan dunia, terutama di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, pariwisata dan komunikasi.(Selo Soemardjan)
globalisasi adalah seperangkat transformasi yang saling memperkuat dunia yang meliputi perubahan dalam konsep ruang dan waktu, salinng bergantungnnya perekonomian antar negara, peningkatan inetraksi kultural melalui media, dan meningkatnya masalah bersama dalam bidang ekonomi dan lingkungan. ( Cohen dan Kennedy ) meliputi meliputi hal-hal sbb:
a. Perubahan daalam konsep ruang dan waktu
b. Pasar dan produksi ekonomi di negara-negara yang berbeda menjadi saling bergantung sebagai akibat dari pertumbuhan perdagangan dll
c. Peningkatan interaksi kultural melalui perkembangan media massa
d. Meningkatkan masalah bersama di bidang ekonomi ( pengangguran dan hutang ) iklim ( perubahan iklim global ) serta msalah lainnya ( AIDS dan Terorisme serta perdagangan obat terlarang )
2. Proses berlangsungnya Globalisasi
Terbagi menjadi lima tahap yaitu:
a. Perdagangan yang di lakukan oleh bangsa China dan India
Benih-benih globalisasi telah tumbuh ketika manusia mengenal perdagangan antar negeri yang di mulai sekitar 1000 dan 1500 SM. Saat itu pedagang dari China menelusuri negeri lain melaui jalan sutera (darat) dan jalan laut. Pada masa itu juga di Indonesia pemerintahan di jalankan oleh kerajaan-kerajaan hindu budha.
b. Perdagangan yang di lakukan oleh pedagang muslim
Fase selanjutnya di tandai dengan dominasi perdagangan kaum muslim di kawasan Asia dan Afrika. Pada masa saat itu juga kerajaan di Indonesia berganti bercorak islam karena selain berdagang mereka juga menyebarkan agama islam.
c. Kolonialisasi yang di lakukan oleh bangsa Eropa
Kemudian adanya eksplorasi dunia secara besar-besaran oleh bangsa eropa dengan motto mereka 3G Gold, Glory dan Gospel. Selain itu tujuan mereka juga mencari rempah-rempah ke negara asalnya agar memperoleh harga yang lebih murah namun tidak puas dengan hal itu pada akhirnya bangsa eropa menanamkan kekuasaannya dengan kolonialisasi.
d. Berkembangnya kebutuhan dan industrialisasi
Industrialisasi dimulai dengan penemuan mesin uap oleh James Watt yang pada akhirnya menggantikan tenaga manusia dengan tenaga mesin. Oleh karena itu industri semakin berkembang dan kebutuhan akan bahan baku juga semakin meningkat serta pasar juga memunculkan berbagai macam perusahaan multinasional seperti Freeport, Exonmobile dll
e. Era pasar bebas
Era pasar bebas ini terjadi akibat runtuhnya komunisme yang di sokong oleh Uni Soviet hal ini semakin menandai bahwa kapital liberalisme lebih kuat dan juga pemenang dari perang dingin. Pada akhirnya negara-negara dulu yang berhaluan komunisme mengubah ideologinya menjadi capital liberalisme kemudian negara-negara di dunia menyediakan diri sebagai pasar bebas (liberalisme).
3. Ciri-ciri Globalisasi
1) Perubahan dalam konsep ruang (jarak negara menjadi dekat) dan waktu (terasa cepat karena manusia modern aktivitas lebih padat) yang di akibatkan oleh perkembangan teknologi seperti hp, televise, satelit dan internet.
2) Pasar dan produksi ekonomi di negara-negara yang berbeda menjadi saling bergantung satu negara dengan negara lain
3) Peningkatan interaksi budaya antar negara melalui media massa. Hal ini di peroleh dari wisata dan teknologi.
4) Munculnya masalah global yang menuntut dunia mengatasi masalah tersebut secara bersama. Contohnya masalah global warming.
beberapa ciri-ciri dari globalisasi, diantaranya adalah sebagai berikut :
5) Perkembangan teknologi yang semakin canggih, sehingga tidak ada lagi batasan ruang dan waktu dalam berkomunikasi. Jika kita melihat di zaman ini serba mudah. Kita sudah dimanjakan dengan teknologi yang semakin berkembang pesat sehingga sangat memudahkan manusia dalam berinteraksi dengan yang lain tanpa melihat jarak yang jauh sekalipun. Contoh nyatanya adalah teknologi HP dan internet yang dapat memnbuat kita semakin mudah menjalin komunikasi dengan siapapun, kapanpun, dan dimanapun.
6) Munculnya masalah-masalah besar yang harus diselesaikan secara bersama-sama oleh beberapa negara. Jika kita melihat saat ini sudah banyak masalah-masalah besar yang muncul dan melibatkan banyak negara, sehingga dalam penyelesaian masalah tersebut harus di selesaikan secara bersama-sama.
7) Masuknya budaya-budaya asing dengan mudah. Dengan kecanggihan teknologi modern saat ini akan sangat memudahkan budaya-budaya asing yang masuk dan mempengaruhi budaya di dalam suatu negara. Sehingga perlu adanya perhatian yang serius agar budaya asing yang masuk tidak sampai merubah budaya-budaya yang sudah ada.

Ahli sosiologi mengenai ciri sosiologi
a. Anthony Giddens
1. Setiap tahun jutaan penduduk mati kepalaran, walaupun produksi makanan di seluruh dunia sebenarnya cukup untuk memberi makan semua orang. Sementara itu, jumlah besar makanan tersimpan atau di musnahkan di negara barat.
2. Tumbuh dan berkembangnya negara-negara industri maju
3. Semakin meningkatnya komunikasi antarnegara sebagai dampak kemajuan tekhnologi komunitas yang semakin canggih
b. Francis Fukuyama
• Bidang politik, mencakup terbentknya blok politik dan militer ( NATO ), koalisis kekuasaan dominan, ASEAN dan Uni Eropa, Dan organisasi berskala internasional.
• Bidang ekonomi, terlihat peningkatan peran koordinasi dan integrasi supranasional ( OPEC dan AFTA ), perjanjian kerja sama ekonomi regional dunia, peningkatan peran kerja sama multinasional ( Toyota dan Mc. Donanl’s) yang menajdi penguasa baru ekonomi dunia dan keuntungannya melebihi pendapatan nasional negara berukuran menengah
• Bidang kultur, memeprlihatkan kemajuan menuju keseragaman ( media masa TV, Internet dll ). Muncul pula bahasa global yaitu bahasa inggris untuk komunikasi internasional. Tekhnologi komputer memaksakan penyatuan lain. Program yang sama digunakan di seluruh dunia sebagai pola umum dalam menyusun dan memproses data serta informasi.
Menurut Martin Khor terdapat dua ciri utama dari globalisasi, yaitu sebagai berikut.

a. Peningkatan konsentrasi dan monopoli berbagai sumber daya dan kekuatan ekonomi oleh perusahaan-perusahaan transnasional maupun perusahaan-perusahaan dan dana global.
b. Globalisasi adalah kebijakan dan mekanisme pembuatan kebijakan nasional. Kebijakan-kebijakan nasional (bidang sosial, ekonomi, budaya, dan teknologi) yang sekarang berada dalam yuridiksi suatu pemerintahan dan masyarakat dalam satu wilayah negara bangsa bergeser menjadi dibawah pengaruh atau diproses badan-badan internasional.

Adapun Hamijoyo mengemukakan ciri-ciri globalisasi sebagai berikut.

a. Didukung oleh kecepatan informasi, teknologi yang canggih, transportasi, dan komunikasi yang diperkuat oleh tatanan dan manajemen yang tangguh.
b. Telah melampaui batas tradisional geopolitik, batas tersebut saat ini harus tunduk kepada kekuatan teknologi, ekonomi, sosial, politik, dan mempertemukan tatanan yang sebelumnya sulit dipertemukan.
c. Adanya saling ketergantungan antar negara.
d. Pendidikan merupakan bagian dari globalisasi. Penyebaran dalam hal gagasan, pembaruan, dan inovasi dalam struktur, isi, dan metode pendidikan serta pengajaran menunjukkan globalisasi ini telah lama terjadi melalui literatur atau kontak antar pakar dan mahasiswa.
4. Aspek-Aspek Globalisasi :
1. Globalisasi Informasi dan Komunikasi :
Informasi dan komunikasi yang didukung tekhnologi canggih semakin efisien dan efektif. Contoh : Telepon, Radio, Televisi, Internet dapat mengatasi jarak jauh menjadi dekat,dapat digunakan berkomunikasi antar warga suatu negara dengan nwarga negara lain yang saling berjauhan. Barang yang ditawarkan lewat televisi dankoran lebih mudah dikenal konsumen. Industri wisata suatu negara ditawarkan lewat media massa sehingga meningkatkan arus wisatawan, pernyataan seseorang dengan cepat dapat disiarkan lewat radio, Tv , koran dan internet.
2. Globalisasi Ekonomi :
Globalisasi ekonomi merupakan pengintegrasian ekonomi nasional bangsa-bangsa kedalam sistem ekonomi global baik yang menyangkut pasokan, permintaan transportasii, tenaga kerja, bahan mentah, distribusi serta pemasran. Globalisasi ekonomi menghendaki persaingan bebas melalui mekanisme pasar sehingga mekainisme oasar itulah yang menentukan apakah produk dari sebuah negara dapat bersaing atau tidak. Pola ekonomi globalinilah yang memunculkan neoliberalisme. Pasar dikuasai negara maju dan negara miskin semakin terpinggirkan sehingga menimbulkan kesenjangan ekonomi. Oleh karena itu globalisasi ekonomi jauh dari keadilan sosial, serta jauh dari kesejahteraan rakyat baik secara nasional maupun internasional.
3. Globalisasi Hukum :
Globalisasi adalah mengaburkan batas-batas kenegaraan dibidang hukum sehingga tidakada lagi negara yang dapat mengklaim bahwa ia menganut sistem hukumnasional secara absolut. Kini telah terjadi saling mempengaruhi antar sistem hukum, termasuk Indonesia. Contoh Adanya aspirasi masyarakat yang menghendaki adanya perubahan dan keadilan.
4. Globalisasi Politik :
Globalisasi politik menyangkut isu demokratisasi dan hak asasi manusia. Kesadaran warganegara diberbagai belahan dunia untuk berartisipasi di bidang politik semakin meningkat, demikian halnya dengan HAM yaitu kemampuan dan kesadaran untuk menghargai HAM dan menegakkannya semakin tumbuh dimana-mana.
5. Globalisasi Ilmu Pengetahuan :
Masa depan adalah peradaban yang didominasi ilmu pengetahuan. IPTEK menjadi sumber kekuatan untuk mewujudkan kemakmuran. Globalisasi IPTEK memunculkan kesadaran pentinfgnya pemamfaatan ilmu pengetahuan dan tekhnologi untuk mengolah potensi alam untuk kemaslahatan hidup orang banyak. Seperti rekayasa genetika, kloning, perkembangan komputer, dll.
6. Globalisasi Budaya :
Globalisasi budaya melalui Tv, film, musik dllmenyebabkan pertemuannya budaya-budaya dari berbagai negarayang dapat menyebabkan fusi atau peleburan menjadi budaya baru yang produktif. Globalisasi dapat membantu menegakkan kembali asal ususl etnis,membangkitkan tradisi dan landasan-landasan religius. Tetapi globalisasi budaya juga dapat menimbulkan berbagai gaya hiduppermisif yaitu gaya hidup yang tidak perduli pada nilai moral dan etika.
7. Glonalisasi Agama :
Globalisasi dapat menyentuh agama-agama ,terutama yang berkaitan dengan norma, nilai, dan makna agama… Disastu sisi dengan kemajuan informasi dan telekomunikasi dapat berakibatpositif bagi agama-agama, misalnya, penyiaran nilai-nilai agama dan sebaliknya menyiarkan jauh dari nilai keagamaan serta dapat menimbulkan singkritisme atau mencari alternatif kepercayaan lainnya yang mereka yakini.

D. Pengaruh Globalisasi :
1. Bidang politik :
a. Menyebarnya nilai politik barat seperti unjuk rasa yang kadang mengabaikan kepentingan umum.
b. Lunturnya nilai politik yang ebrsifat kekeluargaan, mufakat dan gotong royong.
c. Politik semakin bersifat tirani, diktator mayoritas.
d. Akuntabilitas jabatan publik semakin mendapat sorotan masyarakat.
e. Semakin banyak parpol, LSM yang menyuarakan HAM, lingkungan yang ditunggangi pihak tertentu.
f. Melemahnya kedaulatan negara.
g. Masalah lokal selau dikaitkan ke dalam konteks global.
h. Organisasi internasional sangat berkuasa.
i. Hubungan Internasional lancar, multi senrtris dan saling ketergantungan.

2. Bidang Ekonomi :
a. Modal besar semakin kuat yang lemah tersingkir.
b. Pemerintah sebagai regulasi (penata, pengatur) ekonomi yang ditetapkan menurut kemauan pasar.
c. Berkurangnya sibsidi terhadap sektor ekonomi rakyat.
d. Persaingan harga dan kualitas semakin tinggi sejalan dengan kebutuhan masyarakat.
e. Liberalisasi perdagangan barang, jasa layanan dan komoditi lainnya.
f. Investasi asing langsung.
g. Peredaran uang secara langsung tanpa batas negara.
h. Kebebasan gerak para pekerja

3. Bidang sosial Budaya :
a. Masuknya nuilai barat yang ditiru bangsa mmelalui internet, parabola, dll.
b. Memudarnya apresiasi terhadap budaya daerah sepereti : hedonisme(kenikmatan sesaat), individualiusme( kepentingan diri sendiri), pragmatisme (yang menguntungkan), permisif (tidak tabu lagi), dan konsumerisme (senang memakai barang yang kurang berguna).
c. Lunturnya kepedulian dan kesetiakawanan sosial.
d. Semakin memudarnya nilai agama.

4. Bidang Hukum dan Pertahanan :
a. menguatnya supremasi hukum dan HAM.
b. Semakin vbanyaknya produk hukum yang memihak kepada kepentingan rakyat.
c. Semakin menguatnya tuntutan terhadap tugas, kinerja penegak hukum seperti jaksa, hakim dan polisi.
d. Menguatnya supremasi sipil menundukkan tentara dan polisi sebatas penjaga keamanan.
e. Peran masyarakat berkurang dalam menjaga keamanan dan ketertiban karena hal itu menjadi tugas polisi dan tentara

5. Pemahaman teoretik tentang Globalisasi
a. Teori imperialisme ( J.A Hobson-Bukharin )
Globalisasi adalah tahap lanjutan dari imperialisme para kapitalis. Imperialisme muncul di tahap terakhir evolusi kapitalisme. Ketika produksi melimpah dan tingkat keuntungan merosost, kapitalis harus melakukan tindakan bertahan. Perluasan jajahan dapat meyelamatkan tiga tujuan ekonomi penting sbb :
• Mendapatkan tenaga kerja murah
• Memperoleh bahan mentah dengan harga yang lebih murah
• Membuka pasar baru bagi hasil produksi yang melimpah.
b. Teori perkemangan yang tergantung ( F Cordoso E Falleto )
Globalisasi merupakan tuntutan para kapitalis lokal. Akumulasi, perluasan, dan pembentukan kapital lokal memerlukan serta tergantung pada pelengkap dari luar dirinya sendiri. Masalah utamanya adalah keterbatasan otonomi tekhnologi dan perkembangan sektor barang modal. Kapitalisme lokal harus bergabung dengan kontak kapitalisme internasional melalui globalisasi.
c. Teori sistem dunia ( Immanuel Wallerstein )
Globalisasi merupakan proses dari tahapan-tahapan sbb :
i. Tahap Sistem Mini
Unit ekonomi relatif kecil, memenuhi kebutuhan sendiri dengan pembagian kerja internal menyeluruh dan kerangka kultural tunggal. Tahap ini menonjol pada masa masyarakat masih berburu dan mengumpulkan makanan dari hutan serta berlanjut ketika masyarakat sudah mengenal berkebun dan bertani.
ii. Tahap kekaisaran dunia
Kesatuan ekonomi jauh lebih besar dan menyeluruh, menggabungkan sejumlah sistem mini sebelumnya. Landasannya adalah ekonomis agraris. Perekonomian di koordinasikan oleh kekuatan militer dan kekuasaan politik, disertai dengan pemerintah yang kejam, pajak tinggi, dan wajib militer. Kekaisaran dunia ini pun selalu terlibat peperangan dan penaklukkan imperialisme
iii. Tahap ekonomi dunia
Muncul pada awal abad XVI. Pada saat itu kapitalisme muncul sebagai sistem ekonomi dominan. Peran negara sebagai badan pengatur dan koordinator aktifitas ekonomi mulai merosot dan di gantikan oleh pasar. Satu-satunya fungsi negara adaalah menjaga kerngak aktifitas ekonomi, perdagangan bebas, serta hubungan perdagangan yangmenguntungkan dalam konteks globalisasi.

Referensi :
https://alvitachurnia3005.wordpress.com/2015/10/12/pengertian-ciri-ciri-dan-proses-terjadinya-globalisasi/
http://pelajarkampus.blogspot.co.id/2014/03/ciri-ciri-globalisasi-menurut-para-ahli.html
http://ladang-abay.blogspot.co.id/2013/02/materi-globalisasi-kelas-xii-sma.html
Tri Haryanto, Winarti.2010.Buku Panduan Pendidik Sosiologi Untuk SMA/MA.Intan Pariwara.Jakarta

Perubahan Sosial Dan Dampaknya

Materi Sosiologi SMA Kelas XII : Perubahan Sosial Dan Dampaknya

  1. Pengertian Perubahan Sosial

perubahan sosial adalah perubahan-perubahan yang terjadi pada masyarakat yang mencakup sistem sosial, termasuk nilai, sikap, dan pola-pola perilaku serta mencakup kebudayaan seperti kesenian, ilmu pengetahuan, teknologi yang menimbulkan perubahan kearah progress atau regress.

Pengertian Perubahan Sosial menurut para ahli :

  1. Kingsley Davis : Perubahan sosial merupakan bagian dari perubahan kebudayaan. Perubahan dalam kebudayaan mencakup semua bagiannya, yaitu kesenian, ilmu pengetahuan, teknologi, filsafat, bahkan perubahan dalam bentuk serta aturan organisasi sosial
  2. Emile Durkheim : perubahan sosial dapat terjadi sebagai hasil faktor-faktor ekologis dan demografis, yang mengubah kehidupan masyarakat dari kondisi tradisional yang diikat solidaritas mekanistik, ke dalam kondisi masyaakat modern yang diikat oleh solidaritas organistik.
  3. Selo Soemarjan : perubahan sosial adalah perubahan pada lembaga-lembaga sosial dalam masyarakat yang  berpengaruh pada sistem sosial,sikap dan perilaku kelompok-kelompok sosial yang ada dalam masyarakat.
  1. Teori- teori perubahan sosial
  1. Teori Evolusioner

Teori ini menjelaskan bahwa semua masyarakat akan mengalami perubahan dari tahap perkembangan awal menuju tahap perkembangan akhir. Berdasar teori evolusioner  apabila perubahan yang terjadi memasuki tahap terakhir, maka pada saat itu perubahan evolusioner berakhir.  Oleh sebab itu teori evolusioner berpandangan bahwa perubahan sosial yang terjadi di masyarakat   memiliki arah yang  jelas dan tetap.

  1.  Teori Siklus

Penganut teori siklus berpendapat bahwa tahap perubahan yang dilalui masyarakat tidak berakhir pada tahap terakhir yang sempurna,melainkan berputar kembali ke tahap awal untuk peralihan selanjutnya. Dengan kata lain  masyarakat berkembang seperti roda: kadang naik ke atas, kadang turun ke bawah.

  1. Teori Fungsional

Teori fungsional lebih menekankan pada usaha memelihara sistem sosial secara   menyeluruh, bukan mengubahnya. Maka teori ini lebih melihat perubahan sosial sebagai sesuatu yang mengacaukan keseimbangan. Teori menekankan pada keseimbangan dan stabilitas.

  1. Teori Konflik

Teori konflik menekankan adanya konflik sebagai faktor terjadinya perubahan sosial. Berbeda dengan teori fungsional yang menghendaki keseimbangan dan stabilitas dan menghindari perubahan sosial,  teori ini lebih menekankan terjadinya perubahan sosial. Perubahan sosial merupakan sesuatu yang harus diwujudkan di masyarakat. Faktor utama yang mendorong terjadinya perubahan sosial adalah adanya konflik yang terjadi di masyarakat. Sehingga teori ini menekankan masyarakat sebagai subyek perubahan.

  1. Bentuk Bentuk Perubahan Sosial
  2. Secara Lambat dan Secara Cepat 
  • Perubahan sosial secara lambat/perubahan evolusi adalah memerlukan waktu yang lama tanpa dengan perencanaan. dam bergantung kepada orang-orang yang berkuasa di masa tertentu.
  • Perubahan sosial cepat/perubahan revolusi, adalah memerlukan waktu yang cepat yang mengubah dasar-dasar kehidupan masyarakat dalam waktu singkat.
  1. Perubahan Besar dan Perubahan Kecil 
  • Bentuk perubahan sosial berpengaruh besar adalah perubahan dengan dampak besar bagi kehidupan masyarakat. Contohnya perubahan sistem pemerintahan.
  • Bentuk perubahan sosial berpengaruh kecil adalah perubahan yang tidak berarti penting bagi struktur sosial dalam memengaruh kehidupan masyarakat. Contohnya perubahan model pakaian yang tidak melanggar nilai dan norma.
  1. Direncanakan dan Tidak Direncanakan
  • Bentuk perubahan sosial yang direncakanan adalah perubahan sosial yang melakukan persiapan yang matang dan  perencanaan. Contoh perubahan sosial yang direncanakan adalah program keluarga berencana (KB)
  • Bentuk perubahan sosial yang tidak direncanakan adalah perubahan sosial yang tidak memerlukan persiapan dan perencanaan. Contoh perubahan sosial yang tidak direncanakan adalah keluarga tiba-tia terpaksa pindah ke lingkungan baru.
  1. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perubahan Sosial 
  1. Faktor Internal : adalah faktor yang berasal dari dalam lingkungan masyarakat tersebut. Macam-macam faktor internal dalam perubahan sosial adlaah sebagai berukut..
  • Pertumbuhan penduduk
  • Penemuan baru
  • Invensi (kombiansi baru terhadap suatu pengetahuan yang telah ada)
  • Sistem ideologi (keyakinan mengenai nilai-nilai tertentu)
  1. Faktor Eksternal : adalah faktor yang berasal lingkungan luar masyarakat tersebut.
  • Lingkungan fisik (contohnya musibah atau bencana alam)
  • Peperangan
  • Pengaruh kebudayaan lain
  1. Dampak Perubahan Sosial
  1. Dampak Positif Perubahan Sosial

Perubahan sosial yang terjadi di masyarakat membawa dampak positip dan negatip. Dampak perubahan sosial ada yang mengarah pada kebaikan maupun kemunduran bagi tatanan kehidupan masyarakat.

Beberapa dampak positip terjadinya perubahan sosial yang dapat kita amati antara lain :

  1. Memiliki nilai dan norma  sosial baru sebagai konsekwensi ditinggalkanya nilai dan norma sosial lama yang dianggap tidak sesuai dengan tuntutan dinamika sosial masyarakat.
  2. Perubahan struktur sosial dan relasi sosial yang  lebih egaliter. Hal ini ditandai dengan makin tergesernya stratifikasi sosial tertutup menjadi suatu lapisan sosial yang terbuka dan demokratis.
  3. Munculnya pranata-pranata sosial baru yang sesuai dengan tuntutan kehidupan masyarakat.
  4. Terjadinya kemajuan di masyarakat dalam berbagai bidang kehidupan baik secara ekonomi,sosial budaya,politik.

Beberapa dampak positip tersebut  esensinya merupakan peningkatan kualitas tatanan kehidupan sosial di masyarakat.

  1. Dampak Negatif Perubahan Sosial
  1. Masyarakat mengalami disorientasi nilai sosial dan norma sosial.

Pada saat ini masyarakat sudah tidak mengindahkan nilai dan norma yang ada di masyarakatnya. Tetapi mereka belum mempunyai nilai dan norma sosial yang baru.

  1. Terjadi konflik sosial baik secara vertikal maupun horizontal.

Konflik sosial baik vertikal maupun horizontal terjadi karena adanya benturan   kepentingan dalam merespon perubahan sosial yang terjadi.  Sebab di dalam masyarakat  selain terdapat kelompok yang diuntungkan, juga terdapat kelompok yang dirugikan. Benturan kepentingan inilah yang menyebabkan terjadi konflik sosial di masyarakat.

  1. Terjadi krisis multidimensi di masyarakat baik secara politik, sosial, ekonomi maupun budaya. Kondisi demikian berdampak pada tidak berfungsinya pranata sosial di masyarakat.
  2. Rusaknya ekosistem sebagai akibat berkembangnya pembangunan industri baik makanan,minuman,perumahan,transportasi dll
Pada dasarnya dampak negatip perubahan sosial bagi masyarakat adalah penurunan kualitas kehidupan masyarakat. Hal tersebut dapat terjadi karena masuknya unsur-unsur yang bertentangan dengan unsur-unsur lama yang dipedomani masyarakat. Kondisi demikian dalam perkembangan akan terjadi shock culture (goncangan budaya) dan cultural lag ( ketimpangan budaya ).

Sumber :

  • Soerjono Soekanto, 2003. Judul Buku : Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Raja Grafindo Persada
  • Ritzer, George. 2014. Teori Sosiologi. Bantul : Kreasi Wacana
  • Modul Perubahan Sosiologi Kelas XII

 

TUGAS MINGGU DEPAN tanggal 09 Agustus 2017 :

MODERNISASI

  1. PENGERTIAN MODERNISASI
    1. Pilih 2 di Antara Para Ahli di bawah ini
  • Astrid S. Susanto
  • W School
  • Koentjaraningrat
  • Soerjono Soekanto
  • Wilbert E. Moore

2. Carilah dan buatlah !!!!!!

  • Tabel Perbandingan Karakteristik Masyarakat Tradisional Dan Modern
  • Tabel perbedaan Modernisasi, Westernisasi dan Sekulesisasi
  1. Jelaskan Sejarah Munculnya Modernisasi
  2. Jelaskan Pemahaman Teoretik tentang Modernisasi
    1. Teori evolusi
    2. Teori diferensiasi struktural
    3. Teori tahapan pertumbuhan ekonomi
    4. Teori pembangunan politik
  3. Jelaskan syarat dan gejala Modernisasi
  4. Apa yang dimaksud dengan masyarakat MADANI sebagai tujuan akhir Modernisasi di Indonesia ???????

 

selamat mengerjakan !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Materi Tambahan Sosiologi Kelas XII

Materi Tambahan
BAB III PENYUSUNAN RANCANGAN PENELITIAN SOSIAL
A. PENELITIAN
1. Jenis-jenis pendekatan dalam mendapatkan ilmu pengetahuan
Pengetahuan yang dimiliki oleh manusia diperoleh melalui beberapa cara. Secara umum dibedakan atas pengetahuan yang diperoleh dari pendekatan non ilmiah dan pendekatan ilmiah.
a. pendekatan non ilmiah
kebenaran non ilmiah dapat dilakukan manusia melalui :
1) Penemuan kebenaran melalui wahyu.
Kebenaran ini merupakan kebenaran mutlak, karena merupakan kebenaran ini dipercaya berasal dari Tuhan. Kebenaran ini merupakan wahyu, bukan hasil penalaran manusia.
2) Penemuan kebenaran secara kebetulan.
Kebenaran ini diperoleh seseorang melalui ketidak sengajaan. Misalnya penemuan sistem peternakan. Awalnya pada masa berburu dan meramu, manusia mendapatkan hewan yang masih hidup. Kemudian hewan tersebut mampu beranak. Kemudian timbullah pengetahuan berarti hewan ini dapat dikembangbiakkan.
3) Penemuan kebenaran dengan cara akal sehat.
Kebenaran didapatkan melalui pemikiran yang dapat diterima akal sehat. Misalnya untuk menjaga ketertiban hukuman merupakan cara yang paling efektif.
4) Penemuan kebenaran karena wibawa.
Kebenaran dapat diterima apabila yang mengemukakan adalah seseorang yang mempunyai pengaruh dan wibawa dalam masyarakat. Misalnya pendapat seorang kiai dianggap benar begitu saja tanpa dipikir terlebih dahulu.
5) Penemuan karena usaha coba-coba.
Penemuan kebenaran didasarkan kepada percobaan-percobaan yang berulang-ulang. Percobaan tersebut dapat memberikan petunjuk tentang sesuatu.
6) Penemuan kebenaran secara spekulatif
Penemuan kebenaran yang sudah menggunakan pedoman tertentu. Namun sering penemuan kebenaran ini hanya meraba-raba.
1.
a. Pendekatan ilmiah
1) berfikir secara rasional.
Kebenaran dapat diperoleh melalui sejumlah pemikiran-pemikiran yang masuk akal (rasional). Kebenaran didapatkan melalui ide-ide yang dikemukakan, namun tanpa didasari oleh kenyataan yang ada dilapangan.
2) berfikir secara empiris.
Kebenaran ini diperoleh dari pengalaman-pengalaman. Namun gejala-gejala alam yang terjadi tidak ada maknanya apabila gejala-gejala tersebut belum diberi tafsiran.
Baik pendekatan rasional maupun pendekatan empiris, mempunyai kelebihan dan kekurangan. Untuk itulah diperlukan sinergi yang saling melengkapi antara pendekatan rasional dan pendekatan empiris. Gabungan pendekatan tersebut pada akhirnya melahirkan suatu pendekatan yang disebut pendekatan ilmiah
1. Jenis-jenis penelitian
Secara umum penelitian dapat dobedakan dalam beberapa jenis, tergantung kepada dasar-dasar terterntu.
1.
a. Menurut tujuan yang akan dicapai.
Menurut tujuan yang akan dicapai penelitian dapat dibedakan menjadi penelitian dasar, penelitian terapan dan penelitian evaluasi.
1) Penelitian dasar, adalah penelitian yang berusaha menemukan menemukan dan mengumpulkan suatu data yang bertujuan memperoleh suatu dalil atau teori yang relatif baru.
2) Penelitian terapan, adalah penelitian yang berusaha memevcahkan segala persoalan yang terdapat dalam kehidupan sehari-hari.
3) Penelitian evaluasi, adalah penelitian yang berusaha untuk menguji pelaksanaan program atau kegiatan yang telah dilakukan. Dengan penelitian ini diharapkan tujuan yang akan dicapai dalam program tersebut dapat dievaluasi secara ilmiah.
1.
a. Menurut tempat pelaksanaan.
Penelitian dapat dilakukan di tempat manapun juga. Secara umum penelitian berdasarkan tempatnya dibedakan penelitian laboratorium, penelitian lapangan dan penelitian kepustakaan.
1) Penelitian laboratorium, adalah penelitian yang dilaksanakan di dalam laboratorium tertentu. Dalam ilmu alam laboratorium biasanya berisi alat-alatt dan data-data yang mendukung penelitian. Dalam penelitian ilmu sosial yang menjadi laboratorium adalah masyarakat. Dalam penelitian laboratorium biasanya dilaksanakan oleh ahli yang mengkaji masalah teoritis maupun praktis.
2) Penelitian lapangan, adalah penelitian yang dilakukan di luar laboratorium, yakni lingkungan yang sebenarnya. Lingkungan ini dapat berupa lingkungan alam maupun lingkungan sosial
3) Penelitian kepustakaan, adalah penelian yang sangat mendasarkan kepada sumber-sumber yang telah ada. Sumber-sumber tersebut dapat berupa buku-buku, majalah-majalah, naskah-naskah, kisah sejarah dan dokumen lainnya.
1.
a. Menurut Bidang kajiannya.
Menurut bidang menjadi obuek penelitian, penelotian dapat dibedakan menjadi penelitian ilmu alam dan penelitian sosial.
1) Penelitian ilmu alam, adalah penelitian yang didasarkan kepada kenyataan alam yang ri’il atau nyata. Dalam menunjang penelitian ini diperlukan percobaan-percobaan dan pengalaman empiris yang mendukung suatu hipotesis yang telah ada. Penelitian ilmu alam antara lain penelitian fisika, penelitian biologi, penelitian kimia, penelitian astronomi dan sebagainya.
2) Penelitian Sosial, adalah penelitian yang dilakukan untuk menginterpretasikan gejala-gejala yang terdapat dalam masyarakat. Metode dan pendekatan dalam penelitian sosial tidak jauh berbeda dengan penelitian ilmu alam. Penelitian sosial lebih ruwet dan kompleks dibanding dengan ilmu alam. Penelitian sosial antara lain penelitian tentang kenakalan remaja, kemiskinan, prostitusi, pemukiman kumuh dan sebagainya.
a. Menurut cara pembahasan
Berdasarkan cara pembahasan, penelitian dibedakan penelitian diskriptif dan penelitian inferensial.
1) Penelitian diskripsi, adalah penelitian yang hanya melukiskan, memaparkan, menuliskan dan melaporkan suatu keadaan apa adanya. Yang dikemukakan hanya fakta-fakta dan data yang sebenarnya.
2) Penelitian inferensial, adalah penelitian yaang dilakukan tidak hanya menggambarkan obyek yang diteliti, tetapi juga memberikan kesimpulan umum dari masalah yang diteliti. Dalam penelitian ini kesimpulan dapat berupa prediksi maupun generalisasi (analisis Deduktif).
3) Penelitian Korelasi, adalah penelitian yang menggambarkan keterkaitan antara dua variabel atau lebih. Biasanya variabel dibedakan dalam variabel terikat dan variabel bebas.
4) Penelitian kausalitas, adalah penelitian yang dilakukan dengan meneliti dua variabel yang mempunyai hubungan sebab akibat
5) Penelitian Komparatif, adalah penelitian yang dilakukan dengan membandingkan suatu bentuk variabel tertentu. Kemudian disimpulkan adakan perbedaan atau tidak antara variabel-variabel yang diteliti.
1.
a. Menurut jenis data yang dikumpulkan.
Berdasarkan jenis data yag dikumpulkan, penelitian dapat dibedakan menjadi penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif.
1) Penelitian kuantitatif, adalah penelitian dengan menggunakan data dengan menggunakan perhitungan matematis. Biasanya pengolahan data menggunakan analisis statistik.
2) Penelitian kualitatif, adalah penelitian yang berusaha menganalisis masalah-masalah penelitian dengan menggunakan kalimat-kalimat yang menggambarkan masalah yang diteliti. Biasanya dalam penelitian kualitatif berdasarkan tanggapan, pendapat, perasaan dan sebagainya.
B. PENELITIAN SOSIAL
Penelitian umumnya berusaha untuk mencari jawaban dari suatu permasalahan. Akan tetapi sebenarnya manusia dengan kemampuan dan pengetahuannya berusaha untuk mengembangkan dirinya ke arah yang lebih baik. Manusia dengan nalar yang dimilki memiliki kemampuan yang lebih dibanding makhluk lainnya. Penalaran tersebut akan dapat dikomunikasikan kepada manusia lain melalui bahasa. Penalaran umumnya mempunyai ciri berfikir logis dan analitik. Berfikir logis maksudnya penalaran didsarakan kepada logika yang bisa diterima akal sehat. Sedangkan berfikir analitis, maksudnya manusia mempunyai kemampuan untuk mencerna dengan mendalam segala sesuatu yang dihadapi.
Umumnya penalaan mempunyai 3 macam alur, yaitu pemikiran deduktif, induktif dan gabungan keduanya. Pemikiran deduktif diawali dengan suatu konsep yang umum. Kemudian konsep tersebut dijabarkan dalam konsep-konsep yang lebih khusus yang lebih rinci. Pemikiran induktif diawali dengan suatu kenyataan-kenyataan yang akhirnya dapat ditarik dalam suatu konsep yang lebih umum. Dalam penelitian umumnya kedua alur pemikiran di atas sering digunakan secara bersama-sama dalam mengkaji suatu permasalahan.
1. PENGERTIAN PENELITIAN SOSIAL
Apa yang kamu bayangkan dengan penelitian? Sering dalam bayangan orang awam penelitian dilakukan dalam sebuah ruangan, dengan mencampurkan suatu zat satu dengan zat lainnnya. Penelitian harus dilakukan oleh seorang profesor hebat. Kemudian hasil penelitian tersebut segera dipublikasikan kepada umum. Sebenarnya penelitian tidak demikian. Peneltian dapat dilakukan di manapun dan oleh siapapun. Tidak harus seorang ahli saja yang berhak mengadakan penelitian. Misalkan ibumu sedang membuat kue lebaran. Beliau mencoba membuat adonan, ternyata hasilnya kurang manis. Selanjutnya ditambahi gula, tetapi hasilnya kurang mengembang dan lembek. Dengan beberapa percobaan maka akan dihasilkan kue lebaran yang enak dan lezat seperti yang diharapkan. Nah ibumu berarti sudah mengadakan penelitian.
Menurut Sutrisno Hadi, yang dimaksud dengan penelitian adalah suatu usaha untuk mnemukan sesuatu untuk mengisi kekosongan dan kekuarangan, mengembangkan atau memperluas dan menggali lebih mendalam apa yang sudah ada, serta menguji kebenaran terhadap sesuatu yang sudah ada tetapi masih terdapat keraguan akan kebenarannya. Sedangkan Soerjono Soekanto, mendefinisikan penelitian sosial merupakan proses pengungkapan kebenaran yang didasarkan pada penggunaan konsep-konsep dasar yang dikenal dalam sosiologi sebagai ilmu.
Penelitian mempunyai kegunaan dalam rangka memperkuat ilmu pengetahuan dan membina serta mengembangkan ilmu pengetahuan. Penelitian yang baik hendaknya memenuhi persyaratan berikut :
a. Sistematis,
Penelitian dilaksanakan menurut pola tertentu. Pola tersebut dari yang paling sederhana sampai yang paling kompleks. Tujuannya agar pelaksanaan penelitian lebih efisien dan efektif.
b. Terencana,
Penelitian telah direncanakan jauh-jauh sebelumnya. Sehingga penelitian merupakan kegiatan yang disengaja dengan menggunakan langkah-langkah yang baku.
c. Mengikuti metode ilmiah,
Dalam mengadakan penelitian harus didasari cara-cara (metode) yang sudah ditentukan. Dalam penelitian seharusnya menggunakan prinsip-prinsip memperoleh pengetahuan.
Dalam melakukan penelitian, seorang peneliti mempunyai cara berfikir yang berbeda dengan seorang yang bukan peneliti. Cara berfikir seorang peneliti, antara lain:
a. Berfikir skeptis,
Adalah rasa tidak percaya kepada sesuatu yang sudah ada. Peneliti harus selalu menanyakan bukti mapun fakta yang mendukung penelitian.
b. Berfikir analitis,
Seorang peneliti harus mempunyai kemampuan untuk menganalisis setiap sesuatu yang baru dan persoalan dalam penelitian.
c. Berfikir kritis,
Seorang peneliti harus mempunyai kemampuan berfikir yang kritis. Sehingga dalam mengemukakan pendapat dan pikirannya didsarkan atas logika yang disertai dengan pertimbangan yang obyektif dari lapangan.
d. Jujur,
Seorang peneliti harus mengesampingkan kepentingan pribadi dalam penelitian. Sehingga data yang diperoleh lebih obyektif tidak subyektif.
e. Terbuka
Peneliti harus bersedia mengemukakan hasil penelitian kepada pihak lain dan bersedia menerima masukan dan kritik terhadap penelitian tersebut.
Sebagai seorang peneliti, peneliti harus mempunyai sikap sebagai berikut :
a. Obyektif,
Seorang peneliti harus dapat memisahkan kepentingan pribadi dengan fakta-fakta yang diperoleh dari lapangan. Dengan kata lain data yang diperoleh harus apa adanya, tanpa dimasuki pendapat pribadi.
b. Kompeten,
Seorang peneliti juga harus mempunyai kemampuan menyelenggarakan penelitian sesuai dengan tata cara dan metode yang telah ditentukan.
c. Faktual,
Segala sesuatu harus didasari fakta-fakta dari lapangan.
1. PENYUSUNAN RANCANGAN PENELITIAN
Sebelum melaksanakan penelitian, terlebih dahulu harus dipersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan penelitian. Segala rencana penelitian yang dituangkan dalam bentuk tulisan disebut rancangan penelitian. Rancangan penelitian berisi pokok-pokok perencanaan yang mencakup seluruh peneltian yang tertuang dalam satu kesatuan naskah yang ringkas, jelas dan lugas. Rancangan penelitian sering disebut disain penelitian. Apa bedanya dengan proposal penelitian? Proposal penelitian merupakan rencana peneltian yang diajukan kepada pihak sponsor atau lembaga untuk disetujui atau ditolak untuk mendapatkan dana (fund). Biasanya proposal penelitian disertai dengan organisasi peneliti, pembiayaan dan waktu pelaksanaan.
1.
a. Manfaat rancangan penelitian
Rancangan penelitian sangat diperlukan dalam penyelenggaraan penelitian. Rancangan peneltian mempunyai manfaat sebagai berikut :
• memberi pedoman yang lebih detail kepada peneliti dalam menyelenggarakan penelitian.
• memberikan rambu-rambu batasan dalam penyelenggaraan penelitian, sehingga penelitian lebih efektif dan efisien.
• memberikan diskripsi (gambaran) yang jelas tentang apa yang harus dilakukan dan kesulitan apa yang dihadapi dalam melakukan penelitian.
1.
a. Syarat-syarat rancangan penelitian
Supaya rancangan penelitian lebih bermanfaat, maka rancangan penelitian harus memenuhi syarat sebagai berikut :
• Sistematis, semua unsur yang termasuk dalam rancangan penelitian harus tersusun runtut dan logis. Misalnya rancangan penelitian diawali dengan judul, kemudian dilanjutkan dengan latar belakang dan masalah yang mendasari peneltian tersebut.
• Konsisten, maksudnya harus terdapat kesesuaian di antara unsur-unsur dalam rancangan penelitian. Judul harus sesuai dengan tujuan yang akan dicapai dalam penelitian.
• Operasional, maksudnya segala yang terdapat di rancangan penelitian menggunakan bahasa operasional yang jelas dan lugas. Apa yang dicari, apa yang yang ditanyakan, sampel mana yang akan diukur dan sebagainya telah tercantum di dalamnya dengan jelas.
1.
a. Rancangan penelitian
Dalam rancangan penelitian, secara umum terdiri dari judul penelitian, latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, landasan teori, hipotesa, metodologi penelitian dan daftar pustaka.
1) Penentuan topik dan judul penelitian.
Topik merupakan pokok permasalahan dari suatu penelitian. Penentuan topik membantu peneliti dalam menentukan judul yang sesuai. Dalam menentukan topik hendaknya memperhatikan hal-hal berikut ini :
• Topik harus terjangkau oleh peneliti.
Topik yang diambil disesuaikan dengan kemampuan peneliti. Peneliti harus menyesuaikan dengan kemampuan akademik dan finansial dari topik yang akan diteliti.
• Topik dipandang penting dan menarik.
Topik hendaknya akan memberikan sumbangan bagi kehidupan dan pengembangan ilmu pengetahuan. Selain itu hendaknya topik mempunyai daya tarik tersendiri bagi peneliti, sehingga menimbulkan antusiasme dalam penelitian.
• Topik memiliki kegunaan praktis.
Topik hendaknya dapat digunakan oleh masyarakat untuk mempermudah kehidupan
• Data cukup tersedia .
Dalam penelitian hendaknya didukung oleh fakta-fakta dan data-data yang akurat dan kredibel.
Setelah topik penelitian sudah ditentukan tahap berikutnya adalah menentukan judul penelitian. Dalam menentukan judul hendaknya memperhatikan variabel utama penelitian, hubungan antara variabel dan subyek penelitian.
Tugas Individu
Buatlah satu judul penelitian! Kemukakan kepada guru kamu judul yang kamu buat!
Sudah memenuhi syarat atau belum judul yang kamu buat! Mengapa?
2) Latar belakang masalah
Setelah menentukan topik penelitian, hendaknya seorang peneliti mengemukakan alasan-alasan mengapa memilih topik tertentu. Mengapa topik ini perlu diteliti, mengapa ada masalah, latar belakang apa yang menimbulkan masalah? Segala macam pertanyaan tadi hendaknya dijawab dengan lugas, sehingga akan memperkuat alasan mengapa topik ini yang dipilih dalam penelitian. Di samping itu dalam latar belakang masalah juga dikemukakan fakta-fakta sementara dan landasan teori yang diambil dari studi kepustakaan. Hal ini untuk memperkuat alasan peneliti dalam memilih topik yang menjadi pilihannya.
Alasan-alasan pemilihan topik sangat tergantung kepada tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian. Selain itu juga sejauh mana urgensi dan manfaat penelitian tersebut bagi kehidupan serta ada tidaknya fakta dan data yang mendukung penelitian.
3) Rumusan masalah.
Masalah-masalah penelitian umumnya dirumuskan dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan. Permasalahan dalam penelitian akan memberikan arahan dan isi dalam proses penelitian. Kemampuan menetapkan masalah penelitian sangat menentukan keberhasilan kegiatan penelitian yang dilakukan. Dalam mengungkapkan permasalahan hendaknya peneliti menggunakan rumusan yang spesifik, operasional, singkat, jelas dan padat. Hal ini penting untuk menuntun dan mengarahkan peneliti terutama dalam penyusunan instrumen penelitian.Dalam beberapa penelitian rumusan masalah sering digunakan dalam penyusunan hipotesis Syarat-syarat utama dalam pennyusunan rumusan masalah antara lain :
• Menggunakan kalimat pertanyaaan.
• Mengungkapkan variabel penelitian.
• Mengungkapkan jenis hubungan antar variabel.
• Mengungkapkan subyek penelitian.
4) Tujuan dan manfaat Penelitian.
Tujuan penelitian adalah jawaban yang ingin ditemukan dari penelitian. Tujuan ini harus sejalan dengan rumusan masalah yang telah ada. Jika dalam rumusan masalah merupakan kalimat pertanyaan, tujuan penelitian merupakan kalimat pernyataan. Jadi antara rumusan masalah dengan tujuan penelitian bagaikan 2 sisi mata uang. Rumusan masalah dan tujuan penelitian sangat berkaitan erat dengan kesimpulan penelitian.
Manfaat penelitian dikemukakan dalam rancangan penelitian bertujuan untuk mengetahui hasil yang hendak dicapai dari suatu penelitian dipergunakan oleh pihak siapa. Manfaat penelitian dapat bersifat praktis, yaitu dapat dipergunakan dalam mengambil kebijakan-kebijakan (policy) tertentu dalam masyarakat. Selain itu manfaat penelitian dapat bersifat teoritis, maksudnya adalah penelitian berupaya memperkaya dan mengembangkan ilmu pengetahuan
5) Landasan teori
Landasan teori diistilahkan dalam tinjauan pustaka atau studi kepustakaan. Landasan teori berasal dari sumber-sumber bacaan. Semakin banyak sumber yang menjadi acuan daam penelitian maka semakin baik penelitian yang dihasilkan. Agar pengetahuan seorang peneliti semakin luas, hendaknya peneliti mempelajari bacaan yang relevan dengan penelitian. Seperti variabel penelitian, metodologi penelitian, teknik pengumpulan data, analisis data dan sebagainya. Tidak semua penelitian membutuhkan landasan teori yang kuat, terutama jenis penelitian eksplorasi. Fungsi landasan teori bagi penelitian antara lain :
• Memperdalam permasalahan yang akan diteliti
• Menegaskan kerangka teoritis yang dijadikan landasan berfikir dalam menjawab permasalahan penelitian
• Mempertajam konsep-konsep dalam penelitian
• Untuk menghindari penelitian yang sama dengan penelitian sebelumnya.
6. Metodologi penelitian.
Dalam bagian ini mencakup subyek penelitian, metode pengumpulan data, teknik pengolahan data dan analisis data.
a. Subyek penelitian.
Dalam menentukan subyek penelitian sangat penting dalam penelitian. Subyek penelitian mencakup lokasi penelitian, populasi dan penentuan sampel penelitian.
1) lokasi penelitian.
Seorang peneliti hendaknya membatasi diri pada lokasi yang jelas. Maksudnya di wilayah atau daerah mankah ia mengadakan penelitian. Sehingga hasil penelitian lebih akurat, karena tidak semua tempat mempunyai karakteristik yang sama dengan daerah yang diteliti.
2) Populasi.
Yang dimaksud dengan populasi adalah semua individu yang menjadi obyek penelitian. Jadi kalau yang kita teliti adalah Siswa SMA 1 Surabaya, maka yang menjadi populasi adalah semua siswa SMA 1 Surabaya.
3) Sampel.
Pengambilan sampel dilakukan karena sering kita tidak mungkin mengamati seluruh populasi yang kita teliti. Seperti halnya kamu ingin membeli buah jeruk, apakah kamu akan mencicipi semua buah jeruk yang akan kamu beli? Tentu tidak bukan.
Langkah-langkah dalam penarikan sampel sebagai berikut :
• Menetukan karakteristik populasi.
• Menentukan teknik pengambilan sampel.
• Menetukan besar /jumlah sampel.
• Menarik sampel.
Teknik pengambilan sampel dapat dilakukan melalui teknik-teknik sebagi berikut :
• Sampel acak (random sampling).
Setiap subyek yang akan diteliti mempunyai kemungkinan yang sama untuk menjadi sampel. Cara yang dapat ditempuh dalam pengambilan sampel ini adalah dengan cara undian
• Sampel berstrata (stratified sampling).
Seandainya populasi terbagi dalam strata (tingkat) yang berbeda-beda, semestinya pengambilan sampel didasarkan pada tingkat harus terwakili. Misalnya penelitian siswa SMA, mestinya kelas 1, kelas 2 dan kelas 3 terwakili semua.
• Sampel wilayah (area probability sampling).
Pengambilan sampel ini jika dalam penelitian meliputi wilayah yang sangat luas. Untuk itu diperlukan pengambilan sampel didasarkan wilyah tertentu yang dapat mewakili daerah yang lebih luas.
• Sampel proporsi (propostional sampling).
Pengambilan sampel ini merupakan penyempurnaan dari sampel berstrata dan sampel wilayah. Sampel ini didasarkan berapa jumlah perwakilan sampel yang mewakili kela maupun wilayah penelitian.
• Sampel bertujuan (purpossive sampling).
Penentuan sampel kadang tidak sesuai yang kita harapkan. Penentuan sampel ditentukan berdasarkan pertimbangan tertentu agar tujuan penelitian dapat dicapai. Pertimbangan ini anatara lain waktu, tempat yang jauh dan sebagainya.
• Sampel kelompok (cluster sampling).
Sebenarnya hampir sam dengan sampel strata, setiap populasi terdiri dari kelompok-kelompok. Sehingga setiap kelompok seharusnya terwakili dalam sampel penelitian.
b. Metode pengumpulan data
Sebelum kita membahas teknik pengumpulan data, perlu kita bahas dahulu tentang data. Secara umum data dibedakan menjadi data primer dan data sekunder
1) Data primer .
Adalah data yang dieproleh langsung dari lapangan atau responden. Data tersebut data berupa data kuisioner yang dibagikan atau wawancara langsung dengan nara sumber.
2) Data sekunder.
Adalah data yang diperoleh tidak langsung dari lapangan, tetapi sumber-sumber lain seperti publikasi instansi, koran, dokumen dan sebagainya.
Di dalam rancangan peneitian perlu dijelaskan metode pengumpulan data apa yang dipergunakan. Ada beberapa metode yang sering dipergunakan dalam pengumpulan data antara lain studi kepustakaan, observasi, wawancara, dan metode angket
c. Teknik pengolahan dan analisis data
Setelah itu, maka proses berikutnya adalah menentukan teknik pengolahan data dan analisis data. Teknik pengolahan data erat kaitannya dengan jenis data yang didapatkan. Terdapat 2 pendekatan dalam penelitian yaitu pendekatan kualitatif dan pendekatan kuantitatif.
1) pendekatan kualitatif,
pendekatan ini digunakan apabila data yang diperoleh dari lapangan merupakan data kulaitatif yang tersaji dalam kalimat atau kata-kata. Biasanya penyajian data ini dalam bentuk uraian naratif maupun diskriptif. Sehingga analisisnya sering disebut analisis diskripsi.
2) Pendekatan kuantitatif
Pendekatan ini dipergunakan apabila data yang diperoleh merupakan data-data yang berbentuk angka. Untuk menganalisis data yang demikian menggungakan analisis statistik yang diwujudkan dalam bentuk tabel, grafik, diagram dan sebagainya
7. Daftar Pustaka
Daftar pustaka berisikan segala sumber/ bahan yang menjadi acuan dalam penelitian. Penulisan daftar pustaka menggunakan kaidah yang telah disepakati.
Contoh :
Darwin, Moh. 1999. Tanggapan evolusi manusia. Jakarta : Java Pustaka.

Dalam penelitian segala sesuatu yang berkaitan dengan rencana pelaksanaan penelitian disusun sedemikian rupa. Tujuan penyusunan adalah untuk memudahkan pelaksanaan penelitian. Di dalamnya telah banyak tercantum rambu-rambu penelitian secara runtut. Penulisan rencana tersebut itulah yang disebut rancangan penelitian.
Pengetahuan manusia diperoleh melalui 2 cara, yaitu pendekatan non ilmiah dan pendekatan ilmiah. Yang termasuk pendekatan non ilmiah antara lain melalui wahyu, melalui akal sehat, karena wibawa, coba-coba dan secara spekulatif. Sedangkan yang termasuk pendekatan ilmiah di antaranya pendekatan empiris dan pendekatan rasional.
Penelitian dibedakan atas dasar tujuan yang akan dicapai, tempat pelaksanaan, bidang kajian, pembahasan dan data-data yang dikumpulkan.
Penelitian yang baik hendaknya memenuhi persyaratan antara lain Sistematis, Terencana, dan mengikuti metode ilmiah. Cara berfikir seorang peneliti, antara berfikir skeptis, berfikir analitis, berfikir kritis dan terbuka Sebagai seorang peneliti, peneliti harus mempunyai sikap obyektif, kompeten dan faktual.
Manfaat rancangan penelitian sebagai berikut :
• memberi pedoman yang lebih detail kepada peneliti dalam menyelenggarakan penelitian
• memberikan rambu-rambu batasan dalam penyelenggaraan penelitian, sehingga penelitian lebih efektif dan efisien
• memberikan diskripsi (gambaran) yang jelas tentang apa yang harus dilakukan dan kesulitan apa yang dihadapi dalam melakukan penelitian
Supaya rancangan penelitian lebih bermanfaat, maka rancangan penelitian harus memenuhi syarat antara lain sistematis, konsisten dan operasional
Dalam rancangan penelitian, secara umum terdiri dari judul penelitian, latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, landasan teori, hipotesa, metodologi penelitian dan daftar pustaka.
GLOSARIUM
penelitian sosial : proses pengungkapan kebenaran yang didasarkan pada penggunaan konsep-konsep dasar yang dikenal dalam sosiologi sebagai ilmu.
penelitian : suatu usaha untuk mnemukan sesuatu untuk mengisi kekosongan dan kekurangan, mengembangkan atau memperluas dan menggali lebih mendalam apa yang sudah ada, serta menguji kebenaran terhadap sesuatu yang sudah ada tetapi masih terdapat keraguan akan kebenarannya.
Populasi : semua individu yang menjadi obyek penelitian.
Sampel : individu atau indikator yang mewakili populasi yang lebih luas.
Kuantitatif : sesuatu yang berkaitan dengan angka-angka atau pengukuran
Kualitatif : analisis yang menggambarkan suatu obyek melalui tulisan atau pernyataan
Instrumen penelitian : daftar pertanyaan yang diajukan dalam penelitian
Obyektif : tidak memihak dan apa adanya
Kompeten, : Seorang peneliti juga harus mempunyai kemampuan menyelenggarakan penelitian sesuai dengan tata cara dan metode yang telah ditentukan.
Faktual : Segala sesuatu harus didasari fakta-fakta dari lapangan.
Kausalitas : hubungan sebab akibat
Komparatif : membandingkan antara dua variabel
Korelasi : hubungan dua variabel atau lebih
Skeptis : tidak langsung percaya

Posted by : https://bambangguru.wordpress.com/2008/10/28/bab-iii-penyusunan-rancangan-penelitian-sosial/